Dalam perancangan infrastruktur IT dan keamanan gedung modern, sistem access control (akses kontrol) menjadi garda terdepan untuk menjaga aset berharga. Namun, di balik kecanggihan kunci elektronik dan pemindai biometrik, terdapat satu komponen manual yang sangat krusial demi keselamatan nyawa: Emergency Break Glass.
Sebagai spesialis infrastruktur IT, Mafaro Networks menekankan bahwa keamanan bukan hanya soal mencegah orang asing masuk, tetapi juga memastikan penghuni gedung dapat keluar dengan cepat saat kondisi darurat.
Isi Konten:
ToggleApa Itu Emergency Break Glass dan Fungsinya?
Emergency Break Glass adalah perangkat manual yang dirancang untuk memutus aliran listrik ke kunci elektronik (electromagnetic lock atau drop bolt) pada sebuah pintu secara seketika. Sesuai namanya, perangkat ini memiliki panel kaca (atau plastik tipis) yang harus dipecahkan atau ditekan untuk mengaktifkan mekanisme darurat.
Fungsi utamanya adalah sebagai “jalur pintas” (override) ketika sistem elektronik gagal berfungsi, terjadi korsleting, atau saat perangkat lunak access control mengalami malfungsi di tengah situasi kritis seperti kebakaran atau gempa bumi.
Baca juga : Cara Kerja Magnetic Lock (Em-Lock) vs Drop Bolt
Mengapa Emergency Break Glass Wajib Ada di Fasilitas IT dan Gedung?
Fasilitas infrastruktur IT seperti data center, ruang server, atau pusat komando (command center) biasanya memiliki tingkat keamanan yang sangat ketat dengan pintu yang terkunci rapat secara elektronik. Tanpa break glass, risiko terjebak di dalam ruangan saat kondisi darurat menjadi sangat tinggi.
Berikut adalah alasan mengapa fitur ini menjadi standar wajib:
- Life Safety (Keselamatan Nyawa): Dalam prosedur evakuasi, nyawa manusia adalah prioritas utama di atas keamanan aset fisik.
- Kegagalan Sistem Elektronik: Jika pusat kontrol akses mengalami kerusakan akibat panas api atau lonjakan arus, pintu mungkin akan tetap dalam kondisi terkunci (fail-secure). Break glass menyediakan pemutus arus fisik yang tidak bergantung pada perangkat lunak.
- Akses Tim Penyelamat: Memungkinkan tim pemadam kebakaran atau medis untuk masuk ke area terbatas tanpa harus menunggu otorisasi kartu akses atau biembetrik.
Integrasi dengan Electric Lock dan Sistem Fire Alarm
Pemasangan Emergency Break Glass tidak boleh dilakukan sembarangan. Di Mafaro Networks, kami memastikan integrasi sistem berjalan secara harmonis melalui skema berikut:
1. Pemutusan Arus Langsung
Break glass dipasang secara seri dengan power supply kunci elektrik. Saat kaca dipecahkan, sirkuit listrik terputus secara fisik.
2. Integrasi Fire Alarm
Sistem access control terhubung dengan Fire Alarm Control Panel (FACP) untuk otomatisasi pembukaan pintu saat deteksi asap.
Kepatuhan terhadap Standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Penggunaan Emergency Break Glass bukan sekadar pilihan, melainkan pemenuhan standar regulasi K3 di Indonesia dan internasional (seperti NFPA 101 atau standar SNI terkait proteksi kebakaran gedung).
- Warna Perangkat: Biasanya berwarna hijau untuk menunjukkan jalur keluar darurat, berbeda dengan warna merah untuk aktivasi alarm kebakaran.
- Lokasi Pemasangan: Harus ditempatkan di dekat pintu keluar pada ketinggian mudah dijangkau (sekitar 120cm – 140cm dari lantai).
- Instruksi Jelas: Memiliki label instruksi yang jelas seperti “IN EMERGENCY BREAK GLASS TO OPEN DOOR”.
Solusi Access Control Terintegrasi dari Mafaro Networks
Membangun infrastruktur IT yang aman memerlukan keahlian teknis yang mendalam untuk memastikan aspek keamanan data dan keselamatan fisik berjalan beriringan. Mafaro Networks hadir sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan solusi access control yang sesuai standar industri.
Layanan kami mencakup audit keamanan, instalasi sistem kelas industri untuk ruang server, integrasi sistem kebakaran, dan perawatan berkala untuk memastikan semua komponen berfungsi 100% saat dibutuhkan.


